Rahasia dibalik ribuan Tips

4 Kesalahan Yang Harus Dihindari Ketika Menyemangati Orang Lain

Tips Ciamik - 4 Kesalahan Yang Harus Dihindari Ketika Menyemangati Orang Lain
Tentu anda pernah berada pada suatu keadaan ketika teman anda yang sedang tertekan fikiran dan jiwanya datang menghampiri anda membutuhkan anda untuk berbicara terbuka dengan harapan kehadiran anda akan membuat dia lebih tenang.

namun tak jarang pada suatu ketika kita justru meremehkan suatu masalah yang sedang di hadapi teman kita karena mungkin menurut kita sebenarnya itu mudah. atau bisa juga sebaliknya saat kita merasa bingung karena tidak bisa memberikan tanggapan saat dirasa masalah yang dihadapi terlalu pelik. yang bisa bisa berujung kita memberikan jawaban ngasal dan sebenarnya kita sendiri juga tidak mengerti dengan maksud solusi yang kita berikan.


setelah itu baru dikemudian hari kita menyadari bahwa yang awalnya tujuan kita memberikan solusi sebagai penyemangat atas kegundahan teman kita, namun justru malah makin memperburuk keadaanya. makin membuat dia merasa bersalah dan tidak berkompeten dalam menyelesaikan masalahnya.

untuk itu anda harus lebih berhati-hati dan perhatikan beberapa hal yang perlu dihindari saat menyemangati seseorang.

1. Jangan Memposisikan Diri Sebagai Pihak Yang Paling Baik Dan Benar

Pandangan positif terhadap suatu masalah tidak selamanya dapat menghibur mereka yang sedang galau. sebagai cotohnya kata-kata penyemangat ini

"Tidak perlu khawatir, kamu itu orang yang hebat kamu pasti akan lebih mendapatkan pelajaran yang berharga dari masalah seberat ini" 

sebenarnya kata-kata tersebut mengandung unsur sebagai penyemangat, namun jika kita tidak berhati-hati dan mengatakanya pada orang yang tepat, hal itu justru malah dapat membuat seseorang merasa terintimidasi dan diremehkan.

bagi mereka yang rendah diri lebih cenderung pesimis terhadap segala potensi yang dimilikinya, pikiran mereka pun sering diliputi dengan kegagalan.
yang perlu anda ingat lagi jangan berkata "tidak apa-apa, saya yakin lain kali kamu akan lebih baik dari ini" kepada orang dengan tipe ini, karena dia akan merasa bahwa semakin tidak ada orang yang bisa mengerti perasaanya.

dan sekarang ketika anda sudah mengerti dengan tipe karakternya, coba berhentilah untuk meberikan motivasi dengan cara seperti itu, lebih baik anda mendengarkan setiap ucapanya, kemudian mencermatinya dan mencoba memaknai setiap masalah yang sedang dialaminya.

ini sebenarnya bukan sepenuhnya menunjukan bahwa kita setuju denganya, tetapi hanya sebuah sikap untuk berdamai dengan pedihnya kenyataan yang ada. ungkapan yang lebih baik anda katakan adalah "iyaa,, aku turut sedih, kamu pasti kecewa berat ya" tunjukan suatu perasaan bahwa ada yang sangat peduli denganya. dan itu "anda".

2. Berlebihan Memberikan Nasihat

Seringkali ketika seseorang datang kepada kita dengan menceritakan beberapa masalahnya, terkadang dia tidak meminta kepada kita untuk solusi dari masalahnya. namun hanya sebatas ingin dimengerti. dan kesalahan kita yang hanya karena tidak ingin dianggap sebagai teman yang tidak peduli terkadang kita terburu-buru menanggapi dan menasehatinya, dan juga memberikan semangat yang berlebihan.

hal yang lebih baik anda lakukan daripada sekedar menasehati yang belum tentu diperlukan adalah ikut mengerti dan mendalami masalah yang sedang dihadapinya. cobalah sedikit berikan beberapa pertanyaan contohnya "iyaa, saya faham kamu sedang merasa diabaikan kan ?? lalu bagaimana??" , "terus apa sekiranya yang mungkin ingin kamu katakan kepadanya??" dan lain lain. kemudian saat dia mulai menjawab pertanyaan anda, barulah disitu kita mendengar baik-baik ceritanya dengan seksama agar kita tetap berada pada jalan cerita masalahnya.

3. Merekomendasikan Mendatangi Orang Yang Lebih Mampu Menanggapi Masalahnya

Pada suatu keadan dimana kita sedang merasa sedih dengan masalah yang dialami oleh teman terbaik kita, dan juga merasa bersalah makin menyelimuti diri kita ketika tidak tau bagaimana cara untuk menolongnya. tak jarang yang biasa dilakukan dalam kondisi ini adalah merekomendasikan untuk mendatangi orang lain yang menurut kita bahwa dia lebih mampu memberikan solusi atas masalah yang sedang teman kita hadapi.

sebenarnya dengan cara kita bersikap seperti ini justru makin membuatnya merasa bersedih, karena akan merasa bahwa kita tidak peduli dengan masalah yang dialaminya.
saat kita sedang dalam kondisi yang lelah atau mungkin memang lagi benar tidak berkompeten dalam menyelesaikan sebuah masalah, lebih baik jangan terburu-buru untuk menolak kedatangannya. coba sedikit saja berikan dia waktu kesempatan untuk datang dan dengarkan masalahnya walau anda hanya mampu memberikan sedikit tanggapan.

semampunya berikan dia sedikit tanggapan misalnya hanya dengan berkata "aku turut sakit mendengarkan ceritamu, aku berharap dapat membantumu. aku penasaran pasti ada seorang diluar sana yang mempunyai ide cemerlang untuk mengobati penderitaan kita bersama".

"kuncinya hanya sedikit pandai dalam pemilihan kata"

4. Berbalik Dari Pendengar Menjadi Pendongeng

Saat kita diberi waktu dan mulai menanggapi situasi masalah yang diceritakan oleh teman anda mungkin cara kita menanggapinya salah satunya dengan menceritakan sedikit pemgalaman pribadi kita. sebenarnya tidak apa apa selama hal tersebut masih dalam satu tema yang sama, paling tidak sedikit menyerempet.

namun terkadang salah kaprah bila yang kita jadikan perbandingan ialah bukan tema dari masalah yang sama yang dihadapi teman anda. namun yang kita bandingkan adalah tingkat frekuensi bahwa lebih besar suatu masalah yang pernah kita dihadapi dan berbeda dari tema. bisa bisa teman anda malah semakin sedih dan menderita karena terbebani suatu masalah baru.

jangan sampai pusat cerita justru berbalik kearah anda, mengingatkan anda akan masalah besar yang pernah anda hadapi, bernostalgia dan justru malah anda yang menjadi pendongeng dan teman anda yang menjadi pendengar.

Tag : Tips Jitu
0 Komentar untuk "4 Kesalahan Yang Harus Dihindari Ketika Menyemangati Orang Lain"

Back To Top