Rahasia dibalik ribuan Tips

Pejuang Islam Yang Membuat Gemetar Serdadu Italia Omar Al-Mukhtar




5 Mei 2015 - Pejuang Islam Yang Membuat Gemetar Serdadu Italia Omar Al-Mukhtar
Di lahirkan di sebuah kampung kecil bernama Zawiyat Janzur sebelah timur Cyrenaica, Distrik Burnan. Omar Al-Mukhtar atau Omar Mokhtar adalah sosok pria yang mendapatkan pendidikan dari masjid di sekitar lingkunganya yang berada dibawah kekuasaan Kerajaan Otoman, sebelum pada akhirnya mengenyam delapan tahun pendidikan di Universitas Sennusi.

kegigihanya dalam melawan penjajah oleh serdadu italia membuat omar menjadi buronan nomor satu yang juga membuat gemetar serdadu italia yang berusaha merebut tanah kelahiranya itu.

oktober 1911 italia mulai membuka front di daerah Libya yang berusaha untuk merebut kekuasaan dari kerajaan Otoman. dengan mengerahkan pasukan untuk menyerang, kota demi kota dan pantai pun berhasil di rebut oleh tentara serdadu italia. dan yang menyulut kemarahan Omar adalah penyerangan dengan membombardir daerah Cyrenaica selama Tiga hari.

selain seorang Hafiz dan guru mengaji Omar juga mahir dalam strategi dan taktik perang dalam gurun pasir. dengan berbekal bakatnya tersebut Omar berusaha meyakinkan dan membangkitkan semangat rakyat Libya untuk berjuang. Omar sangat mengenali wilayahnya dan yakin dengan kemampuanya itu akan dapat mengungguli serdadu italia yang mempunyai perlengkapan senjata yang lebih maju dan modern.

sebuah serangan di Al-Gherthabiya, pada April 1915 membuat tentara italia kehilangan ribuan pasukan dan memberikan kemenangan yang gemilang bagi omar dan rakyat pejuang libya.

rupanya serangan yang dimenangkan oleh pasukan omar itu membuat tentara italia geram dan berniat membalas, dan pada akhirnya beberapa kota pun jatuh lagi ke tangan serdadu italia. dan juga mengharuskan omar dan pasukanya mundur dan membuat suatu garis pertahanan baru di bukit bernama Aj-Jabal Al-Akdar atau sekarang disebut gunung hijau.

Maret 1927 setelah perang dunia pertama Omar berhasil mengubah taktiknya oleh bantuan dari petinggi mesir dan memberikan serangan di Raheiba yang lagi lagi mengejutkan italia. hal tersebut membuat amarah Jenderal Attilio Teruzzi kian memuncak dan bersumpah akan membalasnya.

yang menjadi buruan utama serdadu italia adalah Pasukan Senusite yang dipimpin oleh Omar Al-Mukhtar antara tahun 1927-1928. kehebatan pasukan ini membuat rakyat Libya memberikan julukan sebagai Singa Padang Pasir, julukan yang sama diberikan Rasulullah S.A.W kepada sahabat Umar bin Khatab.

perhatian Pemimpin Italia Benito Mussolini yang akhirnya menggerakan seluruh jenderal dan seratus ribu pasukan untuk maju menuju kamp konsentrasi yang berlokasi di pinggir pantai dikarenakan ketidakmampuan tentara italia untuk mengalahkan rakyat pejuang Libya. Benito Mussolini juga menutup perbatasan antara Libya dengan Mesir yang juga menjadi ancaman atas bantuan negara Mesir secara internasional.

pergerakan tersebut memicu Omar dan pasukanya untuk maju berperang, namun tanpa bantuan dari negara mesir membuat pasukan Omar makin melemah dan kekuatan terus berkurang. usaha mencari bantuan oleh pasukan Senusite terus di gagalkan oleh tentara AU italia.

Omar pun kukuh dan tidak mau mengendurkan serangan meski usianya kini telah berangsur-angsur bertambah senja.
sehingga omar pun tertangkap oleh sebuah penyergapan di dekat Slona pada 11 September 1931.

tanpa mengindahkan perjanjian Genewa yang seharusnya mempertimbangkan kesehatan serta usia terdakwa, pria berusia 73 tahun ini pun di jatuhi hukuman gantung atas berbagai macam tuduhan yang menyebutkan bahwa Omar telah melakukan banyak tindak kejahatan.



dengan tenang lelaki ini pun menuju tiang gantungan dengan pengawalan yang cukup ketat oleh tentara italia. di hadapan serdadu italia Omar tetap bersikap tegap dan gagah serta terlihat berwibawa di usianya yang sudah senja itu. hatinya tetap yakin bahwa negara serta seluruh rakyatnya akan merasakan kemerdekaan kebebasan dari penjajahan.

setiap terpidana mati akan ditanyai satu permintaan terakhir dan Omar pun tidak menjawab sepatah katapun. dan yang terucap hanya kalimat "Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un (sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kita semua akan berpulang kepadanya)." dan pada akhirnya pada tanggal 16 September 1931 Omar tewas di tiang gantungan.

pada tahun 1953 setelah perang dunia kedua impian Omar pun baru terwujud Negara Libya Merdeka dengan terbebasnya dari penjajahan dan pasukan sekutu.

0 Komentar untuk "Pejuang Islam Yang Membuat Gemetar Serdadu Italia Omar Al-Mukhtar"

Back To Top