Rahasia dibalik ribuan Tips

Kisah Tradisi Balon Udara di hari Lebaran

Kisah Tradisi Balon Udara di hari Lebaran - Tips Ciamik
hari idul fitri yang ke 1436 H tahun ini jatuh pada hari jum'at 17 juli 2015 kemarin.
semarak kemeriahan lebaran masih menggema sampai hari kedua. bahkan biasanya rasa kemeriahan akan terus meningkat sampai hari kelima atau ke enam.

di hari kedua ini tepatnya di daerah magetan jawa timur tradisi turun temurun yang sudah ada sejak saya sendiri belum ada adalah tradisi memeriahkan lebaran dengan mengapresiasikan membuat balon udara, serta mercon atau petasan. (buatan sendiri)


untuk pembuatan petasan kebetulan di daerah kami sudah berakhir sejak tahun 2005 jika adapun palingan cuma satu dua saja. beda dengan sebelumnya yang untuk membawanya ke lapangan masjid saja kita memerlukan bantuan alat sorong (artco) saking banyaknya.

karena bahayanya dan tragedi yang menimpa beberapa korban akibat perakitan bom kertas buatan sendiri ini tentu saja pemerintah bertindak keras melarang peredaran bubuk petasan ini di pasaran. al hasil selain mendapatkanya yang susah jika ada pun penjual biasanya mematok harga yang tinggi sekitar 300rb / kg. yang bisa untuk membuat 20-25 mercon kertas siap ledak.

okkee jadi kita akan kembali membahas balon udara agar tidak terkesan melenceng dari judul, karena saya bisa dimarahi mbah google atas tuduhan pembohongan public apabila menaruh judul kata kunci yang tidak sesuai dengan isi artikelnya.

tradisi lain yang telah saya bahas sebelumnya saat lebaran adalah membuat balon udara. balon udara yang sepenuhnya terbuat dari plastik yang di rekatkan hingga berbentuk oval lonjong dengan dasar dililit oleh potongan bambu tipis yang di buat melingkar sebagai tempat untuk menggantungkan obor yang merupakan bahan bakar utama saat balon terbang mengangkasa.

ribuan muda-mudi muslim berlomba-lomba memecahkan balon dengan rekor terbesar sepanjang sejarah. dan sejarah sendiri mencatat balon terbesar terbuat dari plastik yang sukses mengudara adalah dengan tinggi 14m dan berdiameter lingkar dasar 2 meter.

membutuhkan lebih dari 10 orang untuk dapat menerbangkan balon udara seukuran raksasa seperti itu.

tahun ini masyarakat kami hanya membuat satu balon udara saja yang jika biasanya tahun -tahun kemarin kami membuat 3-5 balon udara terbang.

dengan ukuran lingkar diameter 1,5meter dan tinggi balon kira-kira 9 meter hari ini di hari yang fitrah kedua kami siap menerbangkanya sebagai simbol untuk ikut berpartisipasi memeriahkan lebaran tahun ini.

jam 06.00 WIB kami sudah siap di lapangan, saat menghadap ke langit selatan kami terkagum oleh langit yang sudah penuh dihiasai balon-balon udara dari setiap daerah yang membuat kami pun tidak sabar untuk segera ikut andil mengisi birunya langit.

suara-suara ledakan mercon yang dibawa balon ketika mengudara juga menggelegar terus-menerus tiada henti.

sebut saja AL instruktur di balik pembuatan balon udara kami. balon udara kami juga akan di bekali beberapa kembang api, petasan beli dan satu mercon kertas siap ledak yang sangat kami nantikan ledakanya di atas nanti.




berbagai peralatan telah kami siapkan, regu dokumentasi juga telah kami berikan instruksi, semua di beri tugas bagian siapa yang menjaga tungku api, menarik, menahan balon udara dengan tali dari tiap sisi agar tetap tegak. angin disekitar juga sangat kami pertimbangkan agar tidak menjadi bencana bagi kami yang akan menahan serta mengempeskan balon udara kami lebih kacaunya bisa merusak balon kami. untuk itu kami memilih waktu cuaca di pagi hari dimana angin masih bersahabat.

dan saya sendiri bersama tiga orang teman lain bertugas untuk menyulut kembang api serta mercon yang di lilit di lingkaran balon.

5 menit kurang lebih kami mengisi balon udara dengan asap hitam dari blarak yang kami bakar (daun pohon kelapa kering). setelah balon penuh terisi dan sudah terasa memiliki tenaga dorong naik kami menyepakati bersama dengan hitungan aba-aba untuk melepaskanya yang berarti juga saya harus menyulut sumbu mercon milik saya.

3...2....1.... balon pun melejit terbang mengudara dengan cepatnya, lebih cepat dari kecepatan motor bebek saya. menyusul balon - balon udara lain balon kami pun nampak lebih unggul melangit dengan indahnya.

ledakan pun terlihat dari kejauhan disusul suara menggelegar yang mengikuti. terlihat indah ketika kertas-kertas jatuh beterbangan dari langit bak hujan di musim kemarau.

sempat sedikit kecewa setelah kita hitung dan kita kalkulasikan jumlah suara ledakan yang kita dengar dengan total mercon yang dibawa hasilnya adalah beberapa mercon tidak meledak. iyahh tapi tidak apa, kepuasan kami pun sebenarnya sudah terbayar saat melihat balon kami berkilau di langit biru yang tenang. bergerak ke utara dan kembali keselatan mengikuti arah angin.

oohhh balon udara ku, balon udara kami.... sampaikan kepada tuhan terimkasih atas berkah rahmat lebaran yang telah tuhan berikan. kami sangat bahagia bisa merayakan lebaranMU dengan keluarga dan teman-teman kami tercinta.

prediksi kami balon dapat mengudara sekitar 10-11 jam sebelum akhirnya landing dengan jarak ratusan km dari lokasinya take-off.
demikian cerita balon udara lebaran di daerah kami, bagaimana dengan daerahmu ???

1 Komentar untuk "Kisah Tradisi Balon Udara di hari Lebaran"

Visit to my village.balon wonosobo

Back To Top