Rahasia dibalik ribuan Tips

Beribadah yang Terinspirasi Dari Bocah

Beribadah yang Terinspirasi Dari Bocah

juma'at 18 sept 2015, Masjid Baitur Rahman Pd. Cabe, pamulang, Tangerang.
sholat jum'at siang hari ini lebih khusyu' daripada sholat jum'at dan sholat2 fardhu sebelumnya (dalam minggu ini)
bukan tanpa alasan, mungkin karena sudah lama tidak berdzikir / mendengarkan tausiyah kerohanian yang menjadi penyebabnya sehingga iman menjadi sedikit memudar (sedikit).


namun siang ini begitu berbeda saya merasa lebih bisa menyamai kekhusyu'an jamaah yang lain.
sebelumnya saat khutbah kebiasaan saya adalah melamun, terjadi apabila fikiran saya tidak fokus mendengarkan ceramah yang dikarenakan tidak bisa mencerna kata yang di sampaikan oleh khatib (biasa kalau di sampaikan dalam bahasa jawa alus).

saya anggap mendapat nilai -5 dalam poin ini alias (remidi).
namun saat melaksanakan sholat jum'at saya bisa kembali khusyu' ketika :


iqamah telah di kumandangkan dan saya melihat ada 2 anak kecil di luar serambi utama masjid mencoba masuk berontok-ontokan mencari shaf sholat paling depan, tepat saya ada di belakang mereka.


tiba-tiba dia merengek sedikit menangis kecil karena tidak ada lagi sedikit pun space untuk si kecil ini berdiri ikut meluruskan dan merapatkan barisan dengan jamaah lain.

saya terus melihat kedua anak ini lari ke samping kanan dan ke kiri berusaha untuk mencari celah kosong. namun alhasil tetap nihil, sampai akhirnya Imam pun sudah mulai mengumandangkan takbir yang pertama dan kedua anak ini pun belum mendapatkan barisan sholat sesuai yang dia inginkan.


dengan raut muka yang terlihat begitu kecewa (mberrabbak) karena saya tetap memperhatikan, kedua anak ini akhirnya kembali ke shaf nya yang ada di luar serambi, tepat di kiri saya karena saya berada di paling pinggir mepet pintu keluar.

spontan anak itu terlihat buru-buru mengikuti imam dengan melafalkan takbir dan diikuti gerakan takbir. saya mendengarkan anak itu melafalkan takbir dengan keras, seakan bertujuan memantapkan sholatnya guna mendapat kekhusyu'an sholat.

dari sedikit kejadian itulah muncul pemikiran seketika dalam diri saya, betapa lemahnya ketaqwaan yang saya jalani beberapa dekade ini kalau di bandingkan anak yang berusia kisaran 5 tahun itu.

poin-nya :

* ketika ada dua anak berebut mendapatkan shaf shalat paling depan dengan raut muka begitu kecewa ketika tidak mendapatkanya, justru kebiasaan kami (saya) datang paling lambat agar mendapatkan barisan belakangan dengan hati tenang dan gembira (pulang duluan).

* ketika anak itu memulai shalat dengan melafalkan niat yang begitu mantap dan keteguhan hati yang kuat. di sisi lain justru saya hanya melafalkan niat di mulut dan tanpa mengetahui kearah mana fikiran saya berada.

kecewa pada diri sendiri, malu menilai diri ini.....ya itulah sedikit kisah jumat saya, yang kekhusyu'an sholat saya tak lain dikarenakan begitu terinspirasi dari seorang bocah kecil lugu yang secara tidak langsung telah mengingatkan saya, 
mungkin ini kehendak Allah SWT agar saya kembali khusyu' lagi dalam beribadah.

Tag : Informasi
0 Komentar untuk "Beribadah yang Terinspirasi Dari Bocah"

Back To Top